//
you're reading...
kewirausahaan xi

BENTUK BADAN USAHA

Bentuk badan usaha yang dipilih seseorang wirausahawan, banyak ditentukan oleh jenis badan usaha, bentuk permodalan, tanggungjawab usaha, keanggotaan, pembagian laba, publikasi, dan sebagainya.

1. Bentuk Badan Usaha Dilihat Dari Segi Pemiliknya

a) Badan Usaha Milik Negara

Adalah semua perusahaan dalam bentuk apa pun yang modalnya secara keseluruhan merupakan kekayaan negara. Badan usaha negara bergerak di sektor-sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak.

b) Badan Usaha Swasta

Adalah badan usaha kepunyaan swasta yg seluruh modalnya diperoleh dari pihak swasta.

c) Badan Usaha Campuran

Adalah badan usaha yang sebagian besar modalnya dari pihak pemerintah dan sebagian lagi dari pihak swasta.

d) Badan Usaha Milik Daerah

Adalah Badan Usaha yang modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah, badan usaha yang bergerak di bidang usaha umum yang menguasai hajat hidup orang banyak.

2.  Bentuk Badan Usaha Dilihat Dari Sistem Pengelolaannya

  1. Badan Usaha Industri

Badan usaha yg pekerjaannya mengolah bahan menteh menjadi bahan yang siap di konsumsi.

Contoh Industri logam, industri tekstil, industri sepatu, industri kerajinan tangan, industri mobil, industi makanan

B.    Badan Usaha Perniagaan.

Badan usaha yg pengelolaan usahanya membeli barang-barang utk dijual kembali tanpa mengubah sifat barang, badan usaha yg bergerak dalam aktivitas menyalurkan dan menjualkan dari produsen ke tangan konsumen.

Contoh: ekspor-impor, agen, grosir, pedangan eceran, dll.

C.    Badan Usaha Agraris

Badan usaha yang bergerak dalam pengelolaan usaha tanah, badan usaha ini sangat erat hubungannya dengan cuaca, keadaan tanah, air, dsb

Contoh : perikanan, perkebukan, kehutanan, pertanian, dll

D.    Badan Usaha Ekstraktif

Badan usaha yang mengelola penggalian, mengambil, serta mengumpulkan kekayaan dari alam yang sudah tersedia sebelumnya.

Contoh : Pertambangan, Pembuatan garam, migas,

E.    Badan Usaha Jasa

Badan usaha yang aktivitasnya bergerak dalam bidang pemberian atau pelayanan jasa kepada para konsumen.

Badan Usaha Jasa dibagi menjadi dua:

1)      Usaha Jasa Finansial

Badan usaha yg selalu bergerak dlm bidang pemberian atau pelayanan jasa-jasa kredit uang.

Contoh: Bank,Koperasi, Asuransi, dll.

2)      Usaha Jasa Non Finansial

Badan usaha yg aktivitasnya memberikan pelayanan jasa-jasa lain di luar pemberian kredit uang atau permodalan.

Contoh: Persewaan,Jasa Hiburan, Jasa profesi,dll

3.  Bentuk Badan Usaha Dilihat Dari Legalitas Hukum

A. Badan Usaha Perseorangan

Badan usaha perseorangan adalah perusahaan yang didirikan, dimiliki, dipimpin, dan dipertanggungjawabkan oleh perseorangan.

Kelebihan :
– Mudah cara pendiriannya
– Seluruh keuntungan menjadi milik sendiri
– Cepat dalam pengambilan keputusan
– Pemilik lebih leluasa mengelola usaha
Kelemahan:
– Modal usaha kecil sehingga sukar berkembang
– Seluruh kerugian menjadi tanggungan pemilik
– Hidup dan mati badan usaha hanya ditangan seseorang

B. FIRMA

Badan usaha firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan dua orang atau lebih yang menjalankan kegiatan usaha dengan satu nama.Masing-masing sekutu (firmant) ikut memimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh terhadap hutang perusahaan.

Kelebihan:
– Modalnya lebih besar karena gabungan beberapa orang
– Kelangsungan hidup lebih terjamin karena dikelola oleh beberapa orang
– Bisa memanfaatkan keahlian masing-masing sekutu
Kelemahan:
– Tanggungjawab pemilik yang tidak terbatas terhadap hutang perusahaan
– Mudah terjadi perselisihan diantara sekutu perusahaan
– Apabila salah satu sekutu melakukan kesalahan akibatnya ditanggung oleh seluruh anggota firma.

C. CV

Persekutuan komanditer atau CV (dari bahasa Belanda Commanditair Vennootschap) adalah suatu perkumpulan di mana salah satu atau lebih anggotannya mengikat diri untuk menyerahkan modalnya ke dalam perusahaan yang dijalankan oleh satu orang atau beberapa orang anggota lainnya, dengan nama bersama, dan mereka merupakan pemiliknya.

Keanggotaan sekutu yaitu:
Sekutu aktif, yaitu sekutu yang ikut menyertakan modal sekaligus aktif mengelola jalannya usaha.
Sekutu pasif atau sekutu komanditer, yaitu sekutu yang hanya menyertakan modal saja dan tidak terlibat dalam pengelolaan usaha.

Kelebihan:
– Cara pendiriannya mudah
– Modalnya relatif besar yang bersumber dari para sekutu
– Sistem pengelolaan lebih baik
– Mudah memperoleh kredit dari bank

Kelemahan:
– Sekutu aktif memikul tanggungjawab yang tidak terbatas
– kelangsungan usaha sewaktu-waktu dapat terganggu
-kesulitan untuk menarik modal yang telah disertakan

 

D. PT (Perseroan Terbatas)

Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin  Perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Kebaikan :
– Pemegang saham bertanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan
– Mudah mendapatkan tambahan dana/modal misalnya dengan mengeluarkan saham baru
– Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin
– Terdapat efesiensi pengelolaan sumber dana dan efesiensi pimpinan, karena pimpinan dapat diganti sewaktu-     waktu melalui Rapat Umum Pemegang Saham
– Diatur dengan jelas oleh undang-undang perseroan terbatas serta peraturan lain yang mengikat dan melindungi kegiatan perusahaan

Keburukan :
– Merupakan subjek pajak tersendiri dan deviden yang diterima pemegang saham akan dikenakan pajak
– Kurang terjamin rahasia perusahaan, karena semua kegiatan harus dilaporkan kepada pemegang saham
– Proses pendiriannya membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar dari CV
– Proses Pembubaran, Perubahan Anggaran Dasar, Penggabungan dan Pengambilalihan perseroan membutuhkan waktu dan biaya serta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

E. KOPERASI

Koperasi  merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial. Dengan kata lain, koperasi adalah perkumpulan orang-orang yg bekerja sama atas dasar sukarela, untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dengan menyelenggarakan usaha produksi, pembelian, penjualan barang, perkreditan, dan sebagainya.

Kedudukan koperasi diatur dalam UUD 1945 ayat 33 pasal 1 sampai 3 sebagai berikut:

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yg penting bagi negara dan yg menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yg terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

4.  Cara Usaha Subkontrak

Menurut pasal 26 dan 27 Undang-undang Nomor 9 tahun 1995, yg dimaksud dengan subkontrak adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dan usaha menengah atau usaha besar yang dalam hubungan kemitraan, dengan kata lain, pola subkontrak adalah bentuk kerjasama yang dilakukan dalam hubungan produk.

Cara subkontrak akan terjadi apabila perusahaan induk memutuskan untuk membeli, seperti komponen-komponen dari perusahaan kecil, dengan alasan menguntungkan daripada membuat sendiri

 

5.  Cara Usaha Waralaba (Franchise)

Waralaba adalah hubungan kemitraan yang di dalamnya pemberi waralaba memberikan hak penggunaan lisensi, merek dagang, saluran distribusi perusahaan disertai bantuan bimbingan manajeman.

Karakteristik Pokok Waralaba

  • Ada kesepakatan kerja sama yang tertulis
  • Selama kerjasama, pihak pengwaralaba mengizinkan pewaralaba menggunakan merek dagangnya, penggunaan merek tersebut menimbulkan asumsi adanya kesamaan produk dan jasa dengan pengwaralaba.
  • Pihak pewaralaba mendapat pendampingan berkelanjutan dari pengwaralaba.
  • Kepemilikan badan usaha sepenuhnya ada pada pewaralaba.

Perbedaan Distributor, Agen, Pengecer

Distributor / Agen Tunggal: Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung. Pedagang besar biasanya diberikan hak wewenang wilayah / daerah tertentu dari produsen

Pedagang Menengah / Agen / Grosir : adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal yang biasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan / perdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor

Pedangan Eceran / Pengecer / Peritel : adalah pedangan yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran. Contoh pedangang eceran seperti alfa mini market dan indomaret.

Importir / Pengimpor Importir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari luar negeri ke negaranya. Contoh seperti import jeruk lokam dari Cina ke Indonesia.

Eksportir / Pengekspor Exportir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari dalam negara ke negara lain. Contoh seperti ekspor produk kerajinan ukiran dan pasir laut ke luar negeri.

About cafe14kewirausahaan

bisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kunjungan

  • 61,475 hits
%d blogger menyukai ini: