//
you're reading...
bimbingan karier xi

BAB IV PENGEMBANGAN ANALISIS PELUANG KARIR

 A.    Pengembangan Analisis Peluang Karir

Layanan pengembangan analisis peluang karier adalah layanan bimbingan yang berupaya memfasilitasi terjadinya perkembangan kemampuan analisis peluang karier. Peluang karier adalah berbagai kesempatan yang dapat dijadikan jalan untuk berkarier. Dengan kata lain, layanan pengembangan analisis karier merupakan proses memfasilitasi siswa agar mereka mengembangkan kemampuan menganalisis kesempatan untuk berkarier. Ada empat aspek yang mendasari siswa memiliki kemampuan menganalisis peluang karier, yakni pengembangan (1) kesadaran karier, (2) sikap karier, (3) motif karier, dan (4) komitmen karier.

B.    Memfasilitasi Perkembangan Kesadaran Karier

Kesadaran karier merupakan proses awal pertumbuhan karier pada diri siswa. Kesadaran karier adalah proses munculnya keingintahuan dan rasa senang terhadap bidang-bidang karier, serta tumbuhnya keyakinan bahwa berbagai jalan hidup dapat dijadikan peluang karier. Dengan demikian tujuan utama memfasilitasi perkembangan kesadaran karier adalah memberi kemudahan kepada siswa untuk menumbuhkan keingintahuan dan rasa senang terhadap bidang-bidang karier dan menumbuhkan keyakinan bahwa semua jalan hidup dapat dijadikan peluang karier. Yang tercakup dalam ciri siswa yang memiliki keingintahuan dan kesenangan kuat terhadap bidang-bidang karier adalah (1) frekuensi atau sering tidaknya siswa bertanya tentang berbagai bidang karier, (2) durasi atau lama tidaknya keingintahuan siswa terhadap bidang-bdang karier yang ada, (3) banyaknya dan dalamnya sumber karier yang dieksplorasi. Peran konselor atau guru adalah mendorong dan memberi kemudahan kepada siswa untuk sering bertanya tentang berbagai bidang karier, mengembangkan lingkungan yang kondusif untuk tetap terpeliharanya keingintahuan dan kesenangan siswa terhadap bidang-bidang karier, menyediakan atau mendatangkan narasumber informasi karier untuk dieksplorasi siswa.

C.    Memfasilitasi Perkembangan Sikap Karier

Sikap karier adalah arah kecenderungan tindakan atau aktivitas siswa terhadap bidang karier yang diminati. Pastilah yang diharapkan adalah arah kecenderungan berupa tindakan atau aktivitas yang mendukung terhadap bidang karier yang diminati. Dengan kata lain, esensi tujuan memfasilitasi perkembangan sikap karier adalah munculnya sikap positif siswa terhadap karier, terutama yang diminatinya.

Ada tiga aspek yang perlu dikembangkan agar muncul sikap positif siswa terhadap karier.

Pertama, penghargaan yang tinggi terhadap karier, yakni sikap tidak memandang remeh terhadap bidang karier tertentu. Sekecil apapun nilai bidang karier tertentu di masyarakat, tetap merupakan peluang karier dan sadar betul bahwa suatu karier yang mapan diawali dari karier yang sederhana.

Kedua, apresiasi yang tinggi terhadap bidang-bidang karier, yakni pemahaman, penjiwaan, dan penghayatan yang terhadap bidang-bidang karier , terutama yang diminati. Ketiga, tindakan atau aktivitas positif terhadap karier yang diminati. Misalnya, siswa yang berminat menjadi ahli komputer banyak mempelajari tentang komputer.

D.    Memfasilitasi Perkembangan Motif Berprestasi dalam Menempuh Karier

Motif berprestasi adalah dorongan untuk melakukan atau mencapai sesuatu sebaik mungkin. Dalam konteks menempuh karier berarti dorongan untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang mendukung bidang karier yang diminati sebaik mungkin. Siswa yang memiliki motif berprestasi tinggi dalam menempuh karier memiliki ciri sebagai berikut: (1) ingin melakukan kegiatan yang mendukung bidang kariernya sebaik mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki, (2) bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan hidup yang mengarah pada pencapaian bidang kariernya, (3) tidak menyia-nyiakan peluang karier yang ada, (4) berkeinginan untuk menciptakan peluang karier.

Memfasilitasi perkembangan motif berprestasi siswa dalam menempuh karier antara lain: (1) membantu mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung pengembangan karier siswa serta memberikan penilaian dan balikan, (2) memfasilitasi akses informasi karier bagi siswa, dan (3) memberi dukungan positif kepada siswa untuk menciptakan peluang karier sendiri.

E.    Memfasilitasi Siswa untuk Memperoleh Informasi Peluang Karier

Informsi peluang karier adalah berbagai informasi mengenai kesempatan memperolah pekerjaan bagi siswa. Ada beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan konselor atau guru untuk memfasilitasi siswa agar memperoleh informasi peluang karier, yakni kegiatan (1) bursa pekerjaan, (b) career days, dan (3) kunjungan karier.

1) Menyelenggarakan Bursa Kerja

Bursa kerja merupakan salah satu kegiatan pemberian informasi tentang peluang karier. Pada kegiatan ini dinformasikan berbagai peluang kerja dari berbagai bidang pekerjaan termasuk informasi tentang persyaratan dan tuntutan kerja serta cara melamar atau memasukinya. Guru atau pemandu bursa kerja berupaya mengumpulkan berbagai jenis peluang kerja yang secara nyata membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang kehidupan.

2) Menyelenggarakan Career Days (Hari Karier)

Hari karier atau yang lebih dikenal dengan career days merupakan salah satu kegiatan pemberian informasi tentang peluang karier. Pada kegiatan ini didatangkan narasumber dari berbagai bidang karier atau perusahaan. Mereka membuka stand masing-masing untuk memperkenalkan kepada siswa berbagai seluk beluk profesi yang mereka geluti, terutama informasi peluang kerja di lembaga masing-masing peserta. Para siswa mengeksplorasi berbagai hal kepada narasumber yang dimaksud untuk menggali peluang karier yang mungkin dapat diambilnya.

3) Kunjungan Karier

Kunjungan karier merupakan salah satu kegiatan untuk membuka peluang dan mengeksplorasi bidang karier tertentu secara lebih mendalam. Guru atau pemandu kunjungan karier menentukan lembaga yang akan dikunjungi terutama yang sesuai dengan bidang karier yang ditekuni atau diharapkan siswa. Selanjutnya, guru atau pemandu melakukan promosi kepada lembaga yang akan dikunjungi tentang kompetensi siswa yang dimiliki sesuai dengan persyaratan dan tuntutan kerja pada lembaga yang dikunjungi. Selanjutnya, dilakukan kunjungan kerja dan siswa diberi kesempatan untuk mengekplorasi berbagai peluang kerja yang mungkin dapat dicapainya melalui tanya jawab atau wawancara dengan personel di lembaga yang dikunjungi.

F.    Memfasilitasi Perkembangan Komitmen Karier

Komitmen karier yang dimaksud adalah keteguhan siswa dalam menempuh karier masa depannya. Ciri siswa yang memiliki komitmen karier adalah (1) memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menempuh bidang karier yang diminati, (2) mencari dan memilih kegiatan yang relevan dengan bidang karier yang diminati, (3) sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan terutama yang relevan dengan bidang karier yang diminati, (4) bertanggung jawab atas risiko keputusan karier yang diambilnya, dan (5) minat karier cenderung menetap. Peran guru atau konselor adalah memberi kemudahan kepada siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan kelima ciri tersebut sehingga betulbetul aktual dan mampu mendasari perkembangan karier masa depannya.

About cafe14kewirausahaan

bisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kunjungan

  • 61,475 hits
%d blogger menyukai ini: