//
you're reading...
bimbingan karier xi

BAB II STRATEGI PEMAHAMAN NILAI-NILAI

A.    Arti Strategi Pemahaman Nilai-nilai

Nilai yang mendasari pemilihan karier seseorang merupakan salah satu faktor kepuasan suatu perjalanan karier. Seseorang yang menempuh karier yang tidak sesuai dengan nilai dirinya cenderung menjalaninya secara tidak maksimal dan hasilnya tidak optimal. Bekerja dalam bidang kariernya dilakukan penuh keraguan dan mungkin disertai dengan ketidaksungguhan.

Nilai (values) yang dimaksud adalah seperangkat prinsip tentang benar-salah, baik-buruk, penting-tidak penting, dan lain-lain berdasarkan agama, sosial, moral, dan lain-lain. Artinya, bukan nilai sebagai price (harga-harga kuantitatif), tetapi nilai sebagai beliefs (keyakinan-keyakinan).

Keyakinan-keyakinan itu terbentuk sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Proses pembentukannya bisa disadari bisa juga tidak. Bahkan, seorang Freudian yang bernama Jung (1984) pernah menjelaskan bahwa nilai-nilai yang ada dalam diri individu merupakan collective unconcious, yakni ketidaksadaran kolektif yang diwariskan dari generasi kegenerasi melalui arketif-arketif. Arketif adalah ciri-ciri kultural suatu masyarakat. Pandangan Jung itu memberikan paradigma baru bahwa sistem nilai dibentuk pada alam tidak sadar, tetapi dampaknya sangat mempengaruhi gaya seseorang dalam menjalani hidup, terutama dalam berkarier. Oleh karena itu, sistem nilai ini perlu diangkat ke alam sadar untuk dipahami dan dijadikan acuan dalam berpikir dan bertindak, terutama dalam melakukan tindakantindakan yang mengarah kepada penjelmaan karier masa depan.

Menurut Dillard (1985) nilai-nilai seseorang dapat mempengaruhi kinerjanya dalam berkarier. Ketika seseorang beraktivitas sesuai dengan nilai-nilainya, ia akan merasa bahagia dan senang mengerjakan aktivitasnya. Sebaliknya, jika ia beraktivitas tidak sesuai dengan nilai-nilai dirinya, lebih-lebih jika bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat tempat ia berada, ia cenderung tidak nyaman dan merasa dikerjar-kejar oleh kebenaran.

Ini berarti kebermaknaan dan kesenangan dalam berkarier bergantung pada kesesuaian nilai-nilai yang diyakini seseorang dengan karier yang ditempuhnya. Nilai-nilai yang ia pegang sebagai suatu keyakinan dijadikan landasan bertindak dalam menjalani karier. Hal itu mengimplikasikan pentingnya pengembangan nilai-nilai yang sesuai dengan pilihan karier agar seseorang memperoleh kebermakanaan dan kesenangan dalam berkarier.

 

B.    Tahapan Perkembangan Pemahaman Nilai

Berikut ini adalah tahapan pengembangan nilai dalam kaitannya dengan karier.

a.    Penghargaan terhadap keyakinan (prizing ones beliefs)Ada dua perilaku yang perlu dikembangkan seseorang dalam kaitannya dengan penghargaan terhadap suatu keyakinan, yakni mengapresiasi nilai-nilai yang ada dan mulai menghayatinya ketika ada kecocokan.

b.    Memilih nilai-nilai yang diyakini bermanfaat (choosing ones beliefs) Pada tahap ini orang mulai memilih dari berbagai alternatif nilai-nilai yang ada. Berdasarkan pilihan itu, ia memperkirakan berbagai konsekuensinya. Jika ini terjadi, ia memilihnya secara bebas yang kira-kira siap terhadap segala konsekuensinya. Ia memilih dengan tanpa rasa takut dan ragu-ragu.

c.     Melakukan kegiatan sesuai dengan nilai yang diyakini (acting ones beliefs) Setelah seseorang memilih nilai-nilai yang diyakini sesuai dengan pilihan karier dan lingkungan masyarakat tempat ia berada, ia akan mulai mewarnai perilaku berkariernya sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya. Jika dirasa tidak cocok, ia akan kembali mempertimbangkan nilai-nilai yang diyakininya dan menganalisis kembali nilai-nilai yang ada. Jika ternyata dirasa menyenangkan dan dimungkinkan akan bermakna bagi perjalanan kariernya, ia akan melanjutkan pewarnaan kariernya dengan nilai-nilai yang ia yakini tersebut sebagai pola hidup

d.    Melakukan aktivitas karier sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini secara terpola, konsisten, dan berulang-ulang (acting with a pattern, consistency and repetition) Jika seseorang yang melakukan aktivitas karier sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya dan ada kesesuaian dengan bidang karier yang didalaminya, ia akan tampak tanpa keraguan dalam menjalaninya. Aktualisasi perilaku aktivitas karier yang didasari oleh nilai-nilai yang tepat kerangka sistem nilainya akan tampak terpola, konsisten, dan cenderung menjadi kebiasaan ataugaya hidup sebab sudah dilakukan secara berulang-ulang. Nilai-nilai itu tertanam dalam jiwanya dan menjadi prinsip serta pedoman dalam mengembangkan karier.

 

 

About cafe14kewirausahaan

bisa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kunjungan

  • 61,475 hits
%d blogger menyukai ini: